Tampilkan postingan dengan label perahu kertas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perahu kertas. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Oktober 2012

Hai Neptunus♥

Diposting oleh Nadya Ayu R. Jannah di Selasa, Oktober 02, 2012 0 komentar
“Hai Neptunus, apa kabar di laut biru? Perahu kertas yang kali ini akan membawakanmu kisah tentang perjalanan hatiku…”
“Berputar menjadi sesuatu yang bukan kita, demi bisa menjadi diri kita lagi.”
“Jalan kita mungkin berputar, tapi satu saat, entah kapan, kita pasti punya kesempatan jadi diri kita sendiri.”
“Gimana kita bisa terus jalan kalau tempat kita berpijak aja beda.”
“Kenangan itu cuma hantu di sudut pikir. Selama kita cuma diam dan nggak berbuat apa-apa, selamanya dia tetap jadi hantu. Nggak akan pernah jadi kenyataan.”
“Karena hanya bersama kamu, segalanya terasa dekat, segala sesuatunya ada, segala sesuatunya benar. Dan Bumi hanyalah sebutir debu di bawah telapak kaki kita.”
“Buat apa dia kembali? Buat apa muncul sejenak lalu menghilang lagi nanti?”
“Pada akhirnya, tidak ada yang bisa memaksa. Tidak juga janji, atau kesetiaan. Tidak ada. Sekalipun akhirnya dia memilih untuk tetap bersamamu, hatinya tidak bisa dipaksa oleh apa pun, oleh siapa pun.”
“Kepala kamu akan selalu berpikir menggunakan pola seharusnya, tapi yang namanya hati selalu punya aturan sendiri. Secerdas-cerdasnya otak kamu, nggak mungkin bisa dipakai untuk mengerti hati.”
“Carilah orang yang nggak perlu meminta apa-apa, tapi kamu mau memberikan segala-galanya.”
“Hati tidak pernah memilih. Hati dipilih. Karena hati tidak perlu memilih. Ia selalu tahu ke mana harus berlabuh.”
“Ada saatnya cinta harus dilepas, tidak digenggam dengan begitu erat. Bahwa ada saatnya kita tidak perlu berlari, tapi berhenti, melihat sekeliling. dan tersenyum.”
“Nyerah sama realistis itu beda tipis..”
“Apa yang orang bilang realistis, belum tentu sama apa yang kita pikirkan. ujung ujungnya kita juga tau kok, mana yang diri kita sebenarnya, mana yang bukan diri kita. Dan…kita juga tau apa yang kita pengen jalani.”
aku engga mau sepuluh, dua puluh taun dari hari ini, aku masih terus-terusan memikirkan orang yang sama, bingung diantara penyesalan dan penerimaan.”
Tidak akan ada masa depan bila tidak ada masa lalu. Pengkhianat terbesar adalah harapan kosong. Kenyataan terpahit adalah kenyataan yang tak setinggi harapan itu.
Carilah orang yang nggak perlu meminta apa-apa, tapi kamu mau memberikan segala-galanya.”
Karena bersamamu, aku tidak takut lagi jadi pemimpi.”
Mungkin memang harus begini, mungkin harus ini jalannya, meski semua kelihatan baik baik saja, aku merasa tersesat.”
“Apa yang tak terucap, apa yang tersembunyikan… itulah yang lebih mengkhawatirkan.
Dalam hidup, kita harus memilih antara Mimpi dan Realita.
there’s time where we need to survive and there’s time where we must surr

A New World ♫♫♫ @Perahu Kertas

Diposting oleh Nadya Ayu R. Jannah di Selasa, Oktober 02, 2012 0 komentar
These days are gonna be those days
Which I’ll look back with a happy smile
And a twinkle in my eyes
And life will never be the same
A different life than the one we’ve had
From our simple, fun, fairytales

It’s strange, it’s a new, new world
It’s loud, it’s a hectic world
And I miss my home, I miss myself
And I miss you
And yet, I finally found that love
Inside my soul
And I jump in joy and I sing my heart away

Your face is gonna be that face
That I’ll look back with a loving smile
And a warm glow in my heart
And love will never be the same
A kind of love that I hold so dear
Yet I’m ready to let it go

It’s strange, it’s a new, new world
It’s loud, it’s a hectic world
And I miss my home, I miss myself
And I miss you
And yet, I finally found that love
Inside my soul
And I jump in joy and I sing my heart away

Will you remember how we are?
Will you stay with me when I try
To be a better one for you?
In this new world…

It’s strange, it’s a new, new world
It’s loud, it’s a hectic world
And I miss my home, I miss myself
And I miss you
And yet, I finally found that love
Inside my soul
And I jump in joy and I sing my heart away

Perahu Kertas♥

Diposting oleh Nadya Ayu R. Jannah di Selasa, Oktober 02, 2012 0 komentar
“Nyerah sama realistis itu beda tipis.”

“Di mana pun kamu, semoga pesan ini sampai. Meski tanpa perahu. Aku sangat kehilangan kamu.”

“Duniaku berubah. Mungkin memang harus begini. Mungkin memang ini jalannya.”

“aku nggak mau 10, 20 tahun lagi aku sakit kaya gini setiap aku inget kamu”

“Hati itu dipilih, bukan memilih. Jatuh cintalah pelan-pelan, jangan sekaligus, berat nanti”

“Secerdas-cerdasnya otak kamu, nggak mungkin bisa dipakai untuk mengerti hati. Dengerin aja hati kamu.”

“Kamu bikin saya semangat, bikin saya ketawa, bikin saya kepingin melakukan banyak hal, bikin saya nyaman..”

“Hati kamu mungkin memilihku, seperti juga hatiku selalu memilihmu. Tapi hati bisa bertumbuh dan bertahan dengan pilihan lain..”

“Tolong, bantu saya. Saya nggak akan kuat kalau hanya berusaha sendirian..”

“Kalau punya masalah, tidak berarti harus cari pacar baru, kan? Tapi rasa cinta kamu yang harus diperbarui. Cinta bisa tumbuh sendiri, tapi bukan jaminan bakal langgeng selamanya, apalagi kalau tidak dipelihara.”

Langit amat Indah ♫♫♫ @Perahu Kertas

Diposting oleh Nadya Ayu R. Jannah di Selasa, Oktober 02, 2012 0 komentar
Lihatlah jauh,

Sejauh batas anganmu
Apa yang kau cari
Telah kau miliki
Bersamamu tanpa kau sadari

Ku yakin hujan kan berhenti
Terpana indahnya mentari
Kita yang menari
Berlagu misteri
Yang tersingkap
Tanpa tersadari

Yang kurasakan tak mungkin kuingkari
Di langit ini terlukis
Hatiku…

Dan birunya semakin biru
Tak kan berhenti
Seluas yang tak kan terperi
Dan kusadari
Memahami
Bersamamu langit amat indah

Yang kurasakan tak mungkin kuingkari
Di langit ini terlukis
Hatiku…

Dan birunya semakin biru
Tak kan berhenti
Seluas yang tak kan terperi
Dan kusadari
Memahami
Bersamamu langit amat indah

Seluas yang tak kan terperi
Dan kusadari
Memahami
Karenamu langit amat indah

Langit amat indah

Hidup amat indah

Jumat, 28 September 2012

Dear Neptunus :* ({}) @Perahu Kertas - Dee

Diposting oleh Nadya Ayu R. Jannah di Jumat, September 28, 2012 0 komentar

Dear Neptunus …
Aku mencintainya,
Di depannya aku menjadi diriku sendiri
Seperti airmu yang selalu membawa semua pesanku.
Dia pun begitu,
Membuatku hanyut oleh sorot matanya,
Membuatku lupa oleh kesedihan dalam suaranya,
Sampai aku tak bisa katakan apa-apa padanya
Bahkan untuk sekedar bilang,
Rindu..atau butuh…

Banyak yg gak ngerti,
lalu terluka dan saling menyalahkan
Karna itu aku takut bicara tentang hati..
Maka aku tuliskan saja lalu kusimpan dan mungkin kukirimkan ke ..
Entah kemana…

 

Rainbow in My Life♥ Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review